Hepatitis
C
Hepatitis
C adalah penyakit hati akibat infeksi virus hepatitis C dan sampai saat ini
belum ditemukan vaksin untuk hepatitis
C. Hepatitis C ditularkan melalui
kontak dengan darah yang terinfeksi hepatitis C misalnya melalui :
a.
Jarum
suntik biasanya pada pecandu narkoba
b.
Alat
pencukur, sikat gigi atau alat lain yang menyebabkan luka
c.
Tato
dan tindik dengan menggunakan alat (jarum) yang tidak steril
d.
Berkelahi,
jika tedapat luka pada kedua belah pihak
e.
Aktivitas
seksual (resiko rendah)
Penderita hepatitis
C seringkali tidak menunjukan gejala. Pada beberapa orang gejala dapat muncul 6-7
minggu setelah infeksi terjadi, berupa :
a. Jaundice (kuning)
b. Lelah berkepajangan
c. Mual atau hilang nafsu makan
d. Urine berwarna gelap
e. Diare
f. Nyeri sendi
g. Kulit gatal
Tingkat
bahaya hepatitis C
Infeksi
hepatitis C umuumnya akan berkembang dalam jangka waktu lama pada penderitanya
atau disebut infeksi kronis. Bahkan penderita dapat membawa virus hingga akhir hidupnya. Hepatitis C dapat menyebabkan
kerusakan hati, dan pada akhirnya berkembang menjkadi sirosis dan kanker hati.
Kerusakan hati menjadi kanker hati membutuhkan waktu 5-30 tahun.
Cara melindungi
hati dari infeksi hepatitis C :
a. Periksa keseterilan jarum yang digunakan
untuk tindik telinga maupun bagian tubuh
lainnya, tato, akupunktur, maupun elektrodialisis.
b. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang
lain
c. Hindari penggunaan bersama/ bergantian
pisau cukur, sikat gigi dam gunting kuku serta benda-benda lain yang mungkin
kontak dengan darah.
d. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap
hepatitis C jika kamu termasuk orang-orang
yang beresikio, misalnya tenaga kesehatan atau pernah melakukan hal- hal berikut :
menerima transplantais organ, Transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks
tidak aman.
Cara
mengetahui seseorang terkena hepatitis C
Meskipun tidak muncul gejala dan kamu tidak
merasakan apa- apa, kamu tetap perlu periksa uji saring hepatitis C uji saring hepatitis C
dilakukan dengan pemeriksaan anti-HCV yang biasanya terdeteksi 7-8 minggu
setelah infeksi.
Hasil anti-HCV
positif :
Anti
hcv positif berarti telah terjadi infeksi hepatitis C dimasa lalu, akan tetapi
anti –HCV tidak menggambarkan adanya kekebalan terhadap HCV. Segera
konsultasikan hasil pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang
tepat. Dokter mungkin akan merekomendaisikan pemeriksaan HV RNA untuk konfirmasi, karena konfirmasi karena
pemeriksaan ini akan mengukur langsung virus Hepatitis C
Jika sesorang
sudah terinfeksi hepatitis C kronik berikut ini dadalah hal- hal yang harus
dilaksanakan
a.
Dapatkan
penanganan dari dokter spesialis hati
b.
Gunakan
obat-obatan sesuai anjuran dan patuhi
jadwal untuk kontrol
c.
Lakukan
vaksinasi hepatitits A dan B untuk menghindari infeksi hepatitis lain
d. Terapkan
gaya hidup sehat dengan makan-makanan bergizi, olah raga, dan istirahat jika
merasa lelah. Hindari obat-obatan dan
alkohol karena kan memperparah kerusakan
hati
e. Jangan
mengkonsumsi obat lain termasuk orbat herbal / jamu tanpa sepengatuuan dokter







0 komentar:
Posting Komentar